MENGABDI TANPA PAMRIH KARENA LINGKUNGAN TEMPAT PENDIDIKAN UNTUK ANAK-ANAK KITA
Senin, 20 Januari 2014
TERNYATA TIDAK MUDAH JADI KETUA RT
Ternyata Tidak Mudah Jadi Ketua RT
Saya tersadarkan sekarang kalau menjadi seorang Ketua RT bukanlah pekerjaan mudah, mungkin seringkali kita (baca: warga) menganggapnya remeh. Dan sayapun sama menganggapnya mudah. Ternyata hal ini ternyata tidak mudah, karena menjadi seorang RT harus banyak pengorbanan, dari mulai waktu, tenaga, dan biaya. Apalagi saya orang yang termasuk sibuk. Ini saya rasakan selama beberapa bulan kebelakang setelah mengerjakan urusan-urusan Ketua RT, walaupun sebenarnya saya menjabat sebagai sekretaris, tapi karena Ketua RTnya sakit, jadi saya harus mengambil alih semua Tupoksinya (Tugas, Pokok, Fungsi) sebagai Ketua RT.
Pekerjaannya terkesan mudah, seperti mendata untuk 'Daftar Pemilih Tetap' Kepala Daerah, Walkot, dll. Pendataan warga berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, dll. Membagikan SPT PBB, memberikan informasi dari Pemerintah, mendengar keluhan masyarakat, menyelesaikan silang pendapat, dll. Pada awalnya terlihat mudah, tapi setelah mulai mengerjakannya ribet bin sulit. Dari mulai data yang gak valid karena data yang ada sudah jadul tidak update, ada yang sudah meninggal, ada yang sudah menikah, punya anak, pindah, tapi didatanya gak berubah dan seabrek permasalahan data yang lainnya. Dan itu baru masalah pendataannya saja.
Pada kesempatan ini saya akan fokus untuk masalah pendataannya. Saat mau mencoba pendataan, untuk mengupdate data, saya mencoba untuk mendatangi tiap rumah. Dan masalahpun mulai datang, dari mulai orangnya gak ada sudah 2-3 kali didatangi tapi nihil gak ketemu, ketuk pintu berkali-kali tapi gak dibukain, 'digogog' anjing besar (sebesar anak sapi), gak diizinin masuk (hanya sebatas di pagar), sampe dimarahin karena ada data yang salah dari Pemerintah, sampai 'godaan' dari para pembantu, dan lain-lain. Sayapun memutuskan untuk memproses data yang ada (jadul) dan hasil data yang saya dapatkan dari 'door to door' walaupun gak berhasil semua. Dan datapun saya proses, karena kalau mau lengkap data yang diminta Pemerintah tidak akan pernah selesai.
Waktu untuk memprosenyapun saya kerjakan hampir dua hari (tidak penuh) terakhir pengerjaan sampai jam 12 malam. Datapun hampir 85% saya anggap valid. Dan bisa dijadikan data kedepan kalau perlu pendataan lagi.
Mungkin tidak aneh bila pendataan yang dimiliki pemerintah tidak akan 100% datanya akurat, ada yang sudah meninggal, tapi tetap ditulis, ada yang tidak ada orangnya tetap saja ditulis juga.
Kalau saya berpikir, sebaiknya tugas pendataan dilakukan secara profesional dengan mengutus pegawai dari pemerintah dengan tetap didampingi RT tentunya, supaya pendataan ini dilakukan dengan benar. Karena pendataan yang benar dan tepat sangat dibutuhkan untuk pemerintah dalam merumuskan pembangunan kedepan, tapi kalau datanya salah, perencanaan pembangunannyapun pasti akan salah.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah kesadaran para warga. Untuk itu, saya mewakili para RT..heehe..menghimbau kepada para warga khususnya warga saya umumnya warga di seluruh Indonesia, untuk bekerjasama dalam kemasyarakatan. 1. Jika ada perubahan keanggotaan di rumah tangganya, ada yg menikah, anaknya sekolah, saudara datang harap dilaporkan. 2. Jika para RT datang ke rumah, luangkanlah waktu untuk menemuinya, sekalipun anda sibuk. Dan persilahkan duduk walaupun tidak harus masuk ke dalam rumah (soalnya susah kalau menulis sambil berdiri) 3. Jika anda warga baru, maka datanglah pada RT untuk melapor sambil silaturahim, dan menginformasikan apakah akan tinggal tetap atau sementara dengan memberikan KK (Kartu Keluarga). 4. Jika akan membuat surat KK, KTP, ataupun yang lainnya, please melalui RT dulu!, walaupun setelahnya anda yang meneruskan (tidak RT proses sampai selesai) 5. Kalau ada kritik dan saran yang membangun, silahkan sampaikan kepada RT. Mungkin itu dulu curhatan dari Pak RT mewakil RT-RT diseluruh Indonesia. :-)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar